GorEsAn WaRnA - WarNI

Warna-warni itu punya berjuta hikmah dan makna

Rabu, Juli 04, 2007

Sebuah Nasehat Untuk Diri Sendiri...

Suatu hari Imam Hasan Al Bashri didatangai oleh seorang delegasi budak dari negeri Bashrah. “Wahai Imam, majikan kami memperlakukan kami dengan jelek dan tidak berprikemanusiaan. Kami berharap pada khutbah Jumat yang akan datang Tuan bisai membahas tentang permasalahan kami agar para pemilik budak melepaskan budak-budaknya dan tidak memperlakukan kami secara kejam”demikian permintaannya

Imam Hasan Al Bashri mendengarkan penuturan tersebut dengan serius tanpa berkomentar apa-apa. Hari berganti hari, Jumat pun telah hadir berkali-kali, namun sang Imam tidak juga menyampaikan khutbah mengenai pembebasan budak. Hingga suatu hari Jumat, Imam Hasan menyampaikan khutbah mengenai keutamaan membebaskan budak dan besarnya dosa bagi majikan yang berlaku aniaya terhadap budak. Seusai ibadah Jumat banyak kaum muslimin yang segera membebaskan budak karna takut akan siksaan Allah

Selegasi budak dari Bashrah kembali menemui Imam Hasan dan berkata “wahai Imam, dulu kami datang dan mengadu permasalahan ini dengan harapan tuan bersegera menyampaikan khutbah Jumat itu, karena kami ingin mendapatkan penyelesaian maslaah dengan segera. Namun ternyata tuan tidak segera menyampaikan khutbah yang kami harapkan”

“Tahukah kalian mengapa aku menunda menyampaikan khutbah Jumat yang kalian inginkan?” tanya sang Imam

Aku menunda materi tentang pembebasan budak karena aku belum punya uang untuk membeli budak. Setelah Allah memberi rizki kepadaku maka aku bisa membeli budak dan membebaskannya. Setelah itu barulah aku bisa mengajak orang lain untuk membebaskan para budak. Kaum muslimin menyambut seruan Allah jika mereka khutbahku sesuai perbuatanku”

Hai orang-orang beriman, mengapakah kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?

Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”

(Ash Shaf : 2-3)



Label:

Selasa, Juni 12, 2007

Kasihan

Pernah merasa kasihan...pada diri sendiri?? karena saya sedang merasa kasihan pada diri sendiri. Egois sekali sepertinya...Tapi tergantung dari sisi mana kita memandang. Saya sadar sesadar-sadarnya banyak orang lain yang kondisinya tidak lebih baik daripada saya, sungguh egois sekali ternyata saya hanya mengkasihani diri sendiri.
Tapi coba lihat dari sisi ini...saya kasihan pada diri saya, karena ternyata kondisi saya tidak lebih baik dari orang lain, atau lebih tepatnya..kasihan sekali karena saya termasuk orang yang sulit mengkondisikan dirinya agar bisa lebih baik dari orang lain. Sungguh kasihan...
Semoga rasa kasihan ini akan memotivasi diri sendiri untuk berubah

Label:

Kamis, Mei 31, 2007

Jadikan Dirimu Bermanfaat

Setiap kita menempati sebuah ruang kehidupan. Di ruang itu kita menjalani proses menjadi. Dari tidak ada menjadi ada. Dari tidak punya menjadi punya. Proses di ruang kehidupan itu seharusnya juga proses dari tak bisa menjadi bisa. Dari tidak memiliki menjadi bisa memberi.

Setiap orang bisa memilih proses itu. Tapi hanya orang-orang besar yang memilih proses yang melelahkan. Sebab ia ingin lebih memahami dan memberi. Maka mereka pun memahami tentang pengungkit dan akselerator prestasi, karya, koontribusi dan amal shalih.

Daun yang kering akan gugur karena ia tidak lagi diperlukan. Bunga yang layu akan disingkirkan dari taman karena tak lagi bisa memberikan keindahan. Lebah yang skait akan terlempar dari sarangnya karena dia tak lagi sanggup mendatangkan madu. Kita, jika tak mampu memberikan karya, arti atau manfaat dalam hidup ini maka nasib kita tidak akan jauh berbeda dengan daun yang kering, bunga yang layu atau lebah yang sakit itu. Tersingkir karena hidupnya tak lagi berarti apa-apa.

Kehidupan, sebagian besarnya, melibatkan kerja dan tanggung jawab. Karena itulah Allah menganugerahi dalam diri kita banyak potensi. Potensi itulah yang harus dikerahkan, dioptimalkan, dan diolah agar bisa menghasilkan sesuatu yang berarti, agar melahirkan sebuah prestasi bersama prestasi-prestasi orang lain yang lebih dulu mengerti akan arti dan keberadaan dirinya.

Khoirnnaas wa anfauhum Linnaas

The Best of You is The Most Contributing For People

Selamat bermanfaat bagi orang lain...

Label:

Sabtu, Maret 31, 2007

Kontemplasi Sunyi

Betapa takaburnya diri ini yang selalu saja mengabaikan peringatan-Nya dan gagal merendahkan hati di hadapanNya. Apakah hati dan pendengaran ini telah terkunci mati hingga tak kudengar sama sekali gema perjuangan yang menyuarakan hingga ke dalam hati manusia? Alangkah dzalimnya diri ini yang selalu mengatasnamakan perasaan-perasaan duniawi sebagai apologi. Kesibukan, kesakitan, trauma, luka, ketidakberdayaan…layakkah semua itu kujadikan sebagai alasan untuk menghilang sementara dari perjuangan ini? Padahal perjuangan tak mengenal kata henti, tak mengenal ambisi-ambisi pribadi dan tak dibangun atas dispensasi, tetapi di atas azimah


Begitu mudahnya kubiarkan kepalaku tunduk dalam kepasrahan. Lihatlah tatapan garang Ernesto “Che” Guevara yang menertawakan diriku yang terpuruk dalam stagnasi : Jika hati anda bergetar melihat penindasan, maka lawanlah. Sebab diam adalah bentuk pengkhianatan


Rabbi, jika esok bukan milikku lagi, tolong jadikan hari terakhir ini sebagai hari yang paling berarti. Izinkan aku menuntaskan misi muliaku. Biarkan aku berlari secepat angin dan menjalani sisa penghidupan ini untuk menemukan arti diri, untuk merasakan mimpi –mimpi terakhir dan tertinggi


Kontemplasi sunyi mengiringi perjalanan menyusuri relung hati

Label:

Berhentilah…

Wahai jiwa yang panjang angan-angan

Wahai jiwa yang hanya mampu bernostalgia

Dengan sejarah kemenangan

Wahai jiwa yang hanya mampu merutuki kesalahan

Dari usaha orang lain

Kini saatnya memberi nama buat diri

Label:

 
body