GorEsAn WaRnA - WarNI

Warna-warni itu punya berjuta hikmah dan makna

Kamis, September 13, 2007

Pemilihan KaJur

Baru saja saya melihat pengumuman hasil pemilihan Ketua Jurusan Teknik Lingkungan UNDIP. Terpilih nama Ir. Mochtar Hadiwidodo, sebagai ketua jurusan yang baru. Meski sebenarnya calon-calon yang diajukan tak 100 % memenuhi "kualifikasi" versi mahasiswa, tapi saya yakin, mahasiswa TL cukup puas dengan hasil pemilihan.
Ya..pemilihan umum untuk Ketua Jurusan, terbuka untuk seluruh dosen, mahasiswa, staff TU dan Perpustakaan, ini adalah even yang pertama di Universitas Diponegoro, bahkan satu-satunya. Entah di universitas lain pernah ada yang melakukannya atau tidak, yang jelas saya cukup bangga dengan jurusan saya sendiri, juga untuk Ketua KPU (Pak Winardi) yang memprakarsai pemilu ini. Jika pemilu Ketua Himpunan Mahasiswa tak cukup menjadi sarana untuk melakukan pendidikan politik pada mahasiswa yang cenderung apatis, maka dengan pemilu Ketua Jurusan ini, birokrasi jurusan pun terlah berpartisipasi untuk hal tersebut.
Semoga ini adalah awal untuk memulai sistem yang lebih baik di Teknik Lingkungan.
Congratulation...

Label:

Jumat, Agustus 03, 2007

Kadang ku takut dan gugup
Dan ku merasa tak sanggup
Kulihat disekitarku, aku merasa tak mampu
Namun ku tak mau menyerah
Aku tak ingin berputus asa
Dengan gagah berani aku melangkah
Dan berkata aku pasti bisa

Aku bisa
Aku pasti bisa
Ku harus terus berusaha
Bila ku gagal itu tak mengapa
Sekiranya ku tlah mencoba

Aku bisa...
Aku pasti bisa...
Ku tak mau berputus asa
Coba terus coba sampai ku bisa
Aku pasti bisa...

(Aku Bisa - AFI Junior)


walaupun lagu anak-anak..tapi saya suka mendengarkannya...lumayan untuk menambah semangat...

Untuk dua minggu ke depan, mungkin saya akan jarang (bahkan tidak) posting di blog ini. Tugas Akhir menjelang deadline. Doakan ya saudara...moga lancar sampai sidang sarjana, dan semoga Allah selalu memberikan kemudahan. aamiin...

Label:

Selasa, Juli 17, 2007

They are my inspiration

Di tengah kepadatan, kesibukan, kepusingan, sebuah ritme bernama Tugas Akhir...tawa ceria anak-anak itu begitu mencerahkan. Hari ini saya mengajar di sebuah TPQ, sekitar 30 anak usia 5-9 tahun begitu semangat untuk belajar mengaji. Teriakan-teriakan ketidaksabaran mereka untuk segera mendapatkan giliran mengaji, sama sekali tidak membuat saya ingin marah, sebaliknya justru sangat melatih kesabaran saya (mungkin sikap ini akan sangat berbeda jika yang berteriak-teriak adalah orang dewasa).


Selesai mengaji ada seorang anak laki-laku yang menangis, saat saya bertanya kenapa, dia tak mau menjawab dan tak mau berhenti menangis, lalu saya pun membiarkannya terus menangis. Seorang temannya yang lain akhirnya angkat bicara "ustadzah...ditanyain aja siapa yang nakal sama dia, nanti suruh minta maaf". Saya agak tersentak, ia baru berumur sekitar 8 tahun, tapi bisa berpikiran untuk mendamaikan orang lain.

Kemudian saya pun menanyakan siapa yang berbuat nakal padanya, anak itu menyebut sebuah nama yang kemudian saya panggil. Tanpa disuruh, si anak yang saya panggil sudah mengulurkan tangan lebih dulu, tanda ia mengaku salah dan mau meminta maaf.

Subhanallah...maka saya pun seringkali terinspirasi dengan kepolosan dan sikap spontan anak-anak kecil...The Inspiration...saya menganggap mereka adalah inspirasi

- teringat keenam ponakan yang juga sering menjadi inspirasiku-
love you all...

Label:

Sabtu, Juni 23, 2007

Berpikir Besar

Anda besar dengan berpikir besar. Anda kecil bila berpikir kecil. Keterbatasan anda adalah pikiran anda. Mimpi dianugerahkan agar anda bisa berpikir besar. Maka bermimpilah menjdai besar. Mulailah dari pikiran. Keberhasilan semata-mata bagaimana anda meletakkannya dalam pikiran. Tidak ada yang salah dengan lingkungan sekitar. Tidak pula salah pada waktu. Semua memberikan tempat dan kesempatan bagi anda untuk meraih keberhasilan. Tinggal anda mengambil langkah pertama, yaitu berpikir besar. Tak ada yang salah dengan katak yang merindukan bulan. Bergaullah dengan orang-orang yang berkepribadian besar. Perlakukan diri anda dengan rasa hormat, maka orang lain akan menghormati anda sebagai orang besar

Label:

Kamis, Juni 14, 2007

Environmental Engineering

Teknik Lingkungan...dulu saya sama sekali tak pernah membayangkan atau bercita-cita masuk jurusan ini. Ya...saat kecil, seperti anak-anak lainnya, saya hanya tahu beberapa jenis cita-cita : dokter, polisi, guru, presiden, dan saat itu saya memilih untuk menjadi dokter. Cita-cita ini sebenarnya beberapa kali telah berubah seiring bertambahnya usia. Kelas 1 SMU sempat sangat ini masuk jurusan astronomi karena senang sekali mengamati benda-benda langit. Namun cita-cita menjadi dokter ternyata terus ditanamkan keluarga. Bukannya sombong, tapi karena predikat ranking teratas tak pernah luput sejak SD, keluarga sangat mendorong saya untuk masuk jurusan kedokteran.

Maka ketika saya mendapat tawaran PSSB di UNDIP, saya memilih jurusan Teknik Lingkungan hanya sebagai batu loncatan, supaya bila tahun ini saya tidak berhasil masuk kedokteran, saya tidak harus menganggur setahun untuk menunggu Test tahun depannya.

Begitulah tak disangka ternyata saya diterima di TL UNDIP. Setahun pertama disana saya jalani tanpa semangat sama sekali. Karena saya berpikir, di TL saya hanya singgah, tahun depan saya akan ada di jurusan kedokteran. Pemikiran ini ditambah lagi kondisi jurusan TL yang karena masih tergolong baru (saat itu saya adalah angkatan tahun ke 5), kurikulum, sistem, sarana dan prasarana masih sangat terbatas, sungguh tidak nyaman.

Setahun kemudian Allah berkehendak lain, saya tak berhasil masuk di jurusan kedokteran. Meski sempat kecewa stadium lanjut, akhirnya saya pun mulai menemukan kenikmatan kuliah di TL.

Mata kuliah yang kami pelajari ternyata cukup menyenangkan dan kebanyakan adalah hal-hal yang baru. Kadang orang lain tertawa mendengar sebutan untuk mata kuliah di TL seperti sampah, limbah, bising bau. Justru itulah, kami mempelajari hal-hal yang orang lain anggap remeh, tapi ternyata bila dibiarkan akan berakibat sangat fatal.

Tentang prosppek kerjanya, tak usah diragukan. Setiap industri akan membutuhkan tenaga ahli pengolah limbah dan manajemen lingkungan, setiap kota akan butuh tenaga ahli penyedia air bersih, pengelola sampah kota dan air buangan. Dan yang lebih dahsyat lagi, bumi ini membutuhkan Penyelamat Lingkungan.

Saya cukup bangga karena dalam setiap perkuliahan atau kegiatan kemahasiswaan, kami terus di didik untuk menjadi yang pertama melakukan penyelamatan lingkungan. Bukankah bumi ini memang hanya dititipkan kepada manusia?maka sudah seharusnya kita menjaganya, jika sudah terlanjur merusaknya, maka jangan biarkan bumi rusak lebih parah lagi.

Finally, begitulah akhirnya saya mencintai jurusan ini. Jurusan yang bisa mengakomodasi cita-cita saya yang terakhir : menjadikan diri bermanfaat untuk umat, bangsa dan alam semesta.


Label:

 
body